Airlangga: Penyaluran Bansos Bentuk Kehadiran Pemerintah

Wecome sushikatsu-ya di Situs Kami!

Saluran Berita Harian Rakyat melaporkan dari Beijing pada 14 November: Menteri Perekonomian Uni Airlangga Hartarto mengatakan penyaluran bantuan sosial merupakan bentuk lain pemerintahan yang membantu masyarakat agar tidak terpengaruh oleh proyek-proyek politik. Airlangga: Penyaluran Bansos Bentuk Kehadiran Pemerintah

“Iya, seperti saya katakan, bantuan masyarakat itu untuk keberadaan pemerintah,” ujarnya, Jumat (2/2/2024) saat ditemui di Kantor Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. YLKI: Penghapusan Skema Jual-Beli Listrik PLTS Atap Jadi Win-win Solution

Airlangga menjelaskan, berbagai hibah yang diberikan pemerintah merupakan program tahunan. Pencairan bantuan masyarakat ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan.

“Pemerintah memberikan PKH (Program Keluarga Harapan) senilai Rp 250.000 sepanjang tahun. Sekarang kami juga mendapat bantuan sembako yang terus berlanjut. Donasi KIS (Kartu Indonesia Sehat), tersedia kartu pendidikan sepanjang tahun. Jadi bantuan pangan dan BLT (bantuan langsung tunai) merupakan lanjutan dari program-program sebelumnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menampik tudingan pemberian bantuan publik merupakan sebuah proposisi politik, khususnya menjelang pemilu.

Dia bertanya, “Mengapa ada pemilu setiap tahun? “Akan ada pemilu setiap bulan, tidak.”

Dalam kesempatan lain, penyaluran bantuan pangan program Airlangga 2024 kepada 22 juta penerima bantuan pangan bertujuan untuk melindungi daya beli masyarakat dari dampak langsung kenaikan harga pangan.

Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) untuk mengurangi kerawanan pangan yang sedang berlangsung kepada 18,8 juta rumah tangga penerima manfaat (KPM) BLT El Nino juga dapat melindungi sumber daya manusia.” Menteri Perhubungan Airlangga. . Airlangga: Penyaluran Bansos Bentuk Kehadiran Pemerintah

Menurut dia, dengan menjaga daya beli masyarakat, maka tingkat konsumsi masyarakat akan terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.