YLKI: Penghapusan Skema Jual-Beli Listrik PLTS Atap Jadi Win-win Solution

Selamat datang sushikatsu-ya di Website Kami!

JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai persetujuan Presiden terhadap perubahan aturan penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap merupakan strategi win-win solution bagi anggaran negara dan masyarakat. YLKI: Penghapusan Skema Jual-Beli Listrik PLTS Atap Jadi Win-win Solution

Presiden YLKI Tolos Ebadi mengatakan, negara tidak akan terbebani secara berlebihan dan masyarakat yang ingin menghasilkan listrik dari energi baru terbarukan tetap bisa memasang PLTS di atap rumah. “Itu win-win solution,” kata Tulsa, Minggu (11/2/2024). Sederet Fakta Neraca Dagang RI Surplus 45 Bulan Beruntun

Baca juga: Aturan PLTS Atap Direvisi, PLN Tak Akan Beli Listrik Lagi dari Panel Surya

Tulsa mengatakan langkah ini sangat realistis untuk sistem energi negaranya. Mengingat situasi sektor energi yang masih eksperimental saat ini, keputusan yang diambil pemerintah mengenai PLTS Atap merupakan kebijakan yang realistis. Pada aturan sebelumnya, pemilik PLTS atap bisa menjual kelebihan listrik yang dihasilkannya. Berdasarkan perubahan peraturan ini, skema ini tidak ada lagi karena Peraturan Ekspor dan Impor Energi telah dihapus.

“Sebenarnya aspek jual beli energi (impor dan ekspor) PLTS Atap merupakan ketentuan yang diharapkan oleh para pelaku perdagangan dan konsumen. Namun, kebijakan ini malah tidak mendekati situasi saat ini,” ujarnya.

Namun kapasitas listrik yang dihasilkan PLTS Atap harus disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Perubahan Peraturan Menteri ESDM Nomor (11) Tahun 2017, jelasnya, langkah tersebut dinilai sebagai titik awal yang tepat untuk melindungi kepentingan negara dalam menjaga kedaulatan di bidang energi. PV surya atap lebih cocok untuk wilayah yang listriknya masih langka.

“Saya usulkan PLTS rooftop diperluas di wilayah-wilayah yang saat ini pasokannya terbatas,” ujarnya.

Selain perubahan standar PLTS Atap, Tulus juga mengincar skema Power Wheeling untuk masuk dalam RUU Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBET). Menurutnya, jika rencana ini terlaksana maka bisa merepotkan masyarakat dan pemerintah. Terutama untuk menentukan harga listrik. YLKI: Penghapusan Skema Jual-Beli Listrik PLTS Atap Jadi Win-win Solution

Selain itu, keandalan pasokan listrik ke konsumen pembangkit EBT yang bersifat intermiten juga harus diperhatikan, jelasnya.